Sejarah Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dimulai pada tanggal 23 Mei 1952 ketika Ir. H. Djoeanda Kartawidjaja dan Prof. Ir. R. Roosseno Soerjohadikoesoemo atas penugasan dari Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno, mendirikan Persatuan Insinyur Indonesia bersama kawan-kawannya sesama insinyur Indonesia di Aula Barat, Fakultas Teknik Universitas Indonesia Bandung (sekarang menjadi ITB) di Jl. Ganesha 10, Bandung.

Pada saat itu jumlah insinyur Indonesia baru sekitar 75 orang, sementara tanggung jawab yang harus dipikul sangat besar. Untuk itu disepakati untuk membuat Persatuan Insinyur Indonesia dengan tujuan untuk mempererat kerja sama para insinyur agar dapat menjadi kekuatan yang nyata untuk membangun negara dan bangsa Indonesia.

PII yang merupakan organisasi profesi tertua kedua di Indonesia, setelah Ikatan Dokter Indonesia (IDI), pada tahun 1957 hingga 1964, juga berperan dalam berdirinya Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) dan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT-UI.)

Pada Tahun 1997 PII Merintis Insinyur Profesional melalui Kerjasama dengan Institusi Insinyur Australia (IEAust), mendorong kesetaraan Sertifikasi Insinyur Profesional (IP) di APEC dan ASEAN pada tahun 2003 serta kemudian PII semakin diperkuat dengan hadirnya Undang Undang UU No 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran yang kemudian dilengkapi dengan Peraturan Pemerintah PP No. 25 Tahun 2019 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran. Hingga Tahun 2020 ini PII telah memiliki 23 Badan Kejuruan, dengan jumlah anggota lebih dari 33.000, 15.000 Insinyur Profesional dan 5.403 Insinyur Profesional Madya (IPM) setara Internasional serta 500 ASEAN Engineers Register (AER)

KETUA UMUM PII DARI MASA KE MASA

Leave a Reply