STRUKTUR ORGANISASI TINGKAT CABANG

Pasal 19 Anggaran Dasar (AD PII) tentang Struktur Organisasi Cabang

  • Organisasi tingkat cabang yaitu Pengurus Cabang.
  • Pengurus Cabang merupakan pimpinan tertinggi yang memimpin PII di tingkat kabupaten/kota yang melaksanakan kebijakan pengurus di atasnya.
  • Pengurus Cabang dipimpin oleh Ketua yang dipilih dan ditetapkan dalam Musyawarah Cabang.
  • Pengurus Cabang terdiri atas Ketua, Wakil Ketua, Ketua Bidang, Ketua Komite, Sekretaris, Wakil Sekretaris, Bendahara, Wakil Bendahara, Anggota Bidang, dan Anggota Komite.
  • Pengurus Harian Cabang terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Ketua Bidang, Ketua Komite, Sekretaris, Wakil Sekretaris, Bendahara, dan Wakil Bendahara.
  • Wakil Ketua, Ketua Bidang, Ketua Komite, Sekretaris, Wakil Sekretaris, Bendahara, Wakil Bendahara, Anggota Bidang, Anggota Komite sebagaimana dimaksud pada ayat (4) diangkat oleh Ketua Pengurus Cabang.
  • Ketua Pengurus Cabang merekomendasikan personalia Pengurus Cabang melalui Pengurus Wilayah untuk mendapatkan pengesahan dari Pengurus Pusat.
  • Pengurus Cabang dapat mengangkat Dewan Pembina Cabang, Dewan Penasihat Cabang, dan Dewan Pakar Cabang.
  • Ketentuan mengenai Dewan Pembina Cabang, Dewan Penasihat Cabang, dan Dewan Pakar Cabang diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

 

ORGANISASI TINGKAT CABANG Pasal 17 Anggaran Rumah Tangga (ART PII)

  1. Organisasi tingkat cabang merupakan kesatuan anggota yang terdiri atas sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) orang, yang berfungsi
    • Melakukan pembinaan, pemberdayaan, dan koordinasi anggota
    • Penyelenggaraan, pelayanan dan pengawasan pengelolaan pelaksanaan praktik keinsinyuran di tingkat cabang, dan
    • Menyusun perencanaan program dan kegiatan berdasarkan ketetapan Konggres dan Musyawarah Wilayah, Musyawarah Cabang, dan Keputusan Rapat Pimpinan Nasional, Rapat Pimpinan Wilayah dan Rapat Pimpinan Cabang
  2. Pimpinan organisasi di tingkat cabang adalah Pengurus Cabang Persatuan Insinyur Indonesia dan diikuti dengan nama kabupaten/kota,nama provinsi
  3. Personalia Pengurus Cabang sekurang-kurangnya terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Ketua Bidang, Ketua Komite, Sekretaris, Wakil Sekretaris, Bendahara, Wakil Bendahara, Anggota Bidang dan Anggota Komite.
  4. Ketua Pengurus Cabang adalah Ketua terpilih pada Musyawarah Cabang

 

TUGAS DAN FUNGSI PENGURUS CABANG

  1. Membantu Pengurus Wilayah dan/atau Pengurus Pusat dalam pelaksanaan dan pembinaan praktik Keinsinyuran di tingkat kabupaten/kota
  2. Melaksanakan ketetapan Konggres, Musyawarah Wilayah, Musyawarah Cabang, ketetapan Rapat Pimpinan Nasional, Keputusan Rapat Pimpinan Wilayah, Keputusan Rapat Pimpinan Cabang serta memimpin dan mengendalikan pelaksanaannya di tingkat cabang
  3. Melakukan pembinaan dan pengawasan internal organisasi yang berada dalam cabang sesuai kewenangannya
  4. Menyelenggarakan Musyawarah Cabang pada akhir masa jabatannya

 

KETUA PENGURUS CABANG

Ketua Pengurus Cabang sesuai ART PII Pasal 17 ayat 7, mempunyai Tugas dan Fungsi

  1. Memberikan laporan pelaksanaan program kerja dan kegiatan PII kepada Rapat Pimpinan Cabang dan Rapat Pimpinan Wilayah
  2. Menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban kepada anggota melalui Musyawarah Cabang
  3. Bertanggung jawab kepada Musyawarah Cabang